Ujian H.I.J.R.A.H


Kupercepat langkahku agar sampai ke kampus dengan tepat waktu, tak lupa untuk selalu bersyukur bahwa di pagi ini aku masih dalam penghidupan Ilahi. Tanpa sadar ternyata aku sudah sampai digerbang kampusku. Dengan langkah pasti aku berjalan melewati ruang-demi ruang untuk sampai ke aula kampusku untuk mengikuti rapat, kemudian. 

Bruukk!! Aku tak sengaja menabrak seorang pria yang mengakibatkan file-fileku berhamburan.

"Afwan akhy, ana tak sengaja menabrakmu." Ucapku meminta

"Tak apa, mungkin anti buru-buru." Melanjutkan gerakan mengambil file-fileku. 

Setelah aku berterimakasih, aku lanjut berjalan menuju aula untuk mengikuti rapat, sepertinya kertas fileku yang berhamburan begitu banyak menyita waktuku hingga membuatku terlambat.

"Assalamualaykum." Ucapku

"Waalaykumussalam Maryam." Ucap Kak Yahya beserta seluruh anggota organisasi.

"Kenapa anti terlambat Maryam?" Tanya Kak Yahya

"Afwan ka, tadi ana menabrak seorang ikhwan didepan gerbang masuk kampus, dan file-file yang ana bawa berhamburan." Kataku menjelaskan.

Karena kebetulan hari ini hari  weekend kampus amatlah sepi.

"Ikhwan? Apa kau mengenalnya?" Tanya Kak Yahya padaku.

"Tidak Kak, bahkan ana tak pernah lihat ikhwan itu dikampus ini, tadi juga wajahnya nampak kebingungan ada yang sedang dia cari."

"O ya? Sebenarnya ana juga sedang menunggu seseorang yang akan mengisi jalannya acara tapi dia tak kunjung datang, terakhir ana hubungi dia sudah berada dijalan dekat kampus kita, tapi kok lama sekali ya belum sampai juga" Kak Yahya khawatir.

Tiba-tiba seseorang mengucap salam. 

"Assalamuaykum, afwan ana terlambat." Ucap pria itu. 

"Waalaykumsalam, Zaynul silakan masuk." Ucap Kak Yahya

Kemudian Kak Yahya mempersilakan dia duduk dan mengikuti rapat acara, betapa terkejutnya karena dia adalah orang yang ku tabrak tadi.

"Ukhuwah fillah perkenalkan ini Muhammad Zaynul haq, pengisi acara sebagai imam untuk Qiyamul Lail acara kita sepekan kedepan, dia adalah Alumni Universitas Al Ahgaf Yaman Hadromaut, selain menjadi imam dia pula akan membantu kita dalam mengisi acara seminar-seminar tentang menghafal Qur'an." Kata Kak Yahya selaku ketua organisasi dan menjelaskan prosedur kegiatan dan membagi masing-masing tugas untuk kami. 

"Maryam, anti seksi dokumentasi ya, o ya sekalian antarkan Zaynul untuk melihat ruangan yang kita pakai untuk kegiatan, bisa kan? Beritahu dia ruangan untuk beristirat dia, agar nanti malam dia tetap fit." Kak Yahya menjelaskan kepadaku,  dan melanjutkan pembagian tugas kepada anggota yang lain. 

"Baik kak, akan ana antarkan." Jawabku. 

"Tafadhol Akhy." Pintaku untuk menyuruhnya didepanku

Sebenarnya banyak anggota ikhwan diruangan itu, tetapi mereka belum diberitahu tugas oleh Kak Yahya, dan aku diperintahkan untuk mengantarkan Zaynul, alhamdulillah ruangan tujuan dekat saja dengan ruangan yang kami gunakan untuk rapat jadi aku tak perlu terlalu lama mengantarnya.

"Disebelah sini aula yang akan digunakan kegiatan, dan untuk tempat beristirahat anta ada diruangan sebelah, jika ada apa-apa yang dibutuhkan silakan kembali ke ruangan tadi, syukran ana izin kembali." Begitulah penjelasanku kepadanya, dia mengangguk faham.

   * * *
Setelah rapat usai, aku pulang ke kosan tempat aku tinggal, tapi ada hal yang aneh pada diriku, aku merebahkan tubuhku ke kasur kemudian.

"Kenapa aku memikirkan pria yang ku tabrak tadi?" Ucapku mendengus kesal dengan sikapku yang aneh. 

"Siapa pria tadi? Zaynul? Dari Yaman? Eh mungkin dia dari Indonesia sekolah di Yaman, wahh ma Sya Allah hebat sekali dia kuliah disana, pasti dia pandai." Kebiasaan burukku adalah mengira-ngira yang entah tak tahu kebenarannya, dan hal inilah yang sulit untuk dirubah pada diriku . 
* * *
Keesokan harinya kegiatan akan berlangsung. 

"Maryam Fadhilatul Putri" ucap Ka Hayatie memanggilku.

"Eh Kak Hay, lengkap banget manggilnya, ada apa kak?"

"Laa ba'sa Putri hanya ingin mengajakmu untuk sama-sama ke aula aja." Kak Hayatie menjelaskan. 

Dari sekian banyak yang kukenal dia saja yang memanggilku Putri disini, katanya biar beda gitu, ada-ada aja ya Kak Hay, tapi aku sayang, hehehe

* * *
Catatan penulis:
Ujian datang memberi arti bahwa diri memiliki kesanggupan untuk melewatinya, karena yang menjadi tujuan awal kita adalah keistiqomahan, tapi kenapa hanya ujian kecil dan Allah azza wa jalla yakin bahwa kita mampu, tapi kita malah mengeluh?? #Muhasabah diri

Ternyata nulis itu capek gaesss, sampai sini dulu yaaa, in sya Allah kelanjutannya akan disambung secepatnya. Selamat membaca, semoga suka!! 


Postingan populer dari blog ini

H.I.J.R.A.H